Posisi Tidur Bayi

Posisi bayi tengkurap banyak mengundang kontroversi. Adakah keuntungannya? Atau lebih banyak bahayanya?

breastfeeding

Menyangkut posisi tidur bayi, American Academy of Pediatrics (AAP) menyimpulkan bahwa posisi terlentang tetap merupakan yang paling aman. Dengan posisi terlentang, terbukti bahwa sindrom kematian mendadak pada bayi (SIDS) dapat berkurang secara drastis. Walaupun memang dengan posisi terlentang, kekurangannya adalah adanya perubahan bentuk kepala si bayi.

Namun begitu, posisi bayi tengkurap tetap memiliki banyak keuntungan.

Keuntungan Posisi Bayi Tengkurap

  1. Memberikan kesempatan berisitirahat untuk bagian belakang kepala bayi
  2. Membantu menguatkan otot-otot leher bayi Anda, sebagai persiapan untuk merangkak
  3. Membantu mempercepat kemampuan bayi untuk mengangkat pantat, berguling, duduk, hingga akhirnya berdiri
  4. Membantu memperbaiki perkembangan motorik bayi Anda
  5. Membantu perkembangan otot-otot kaki

Variasi Tengkurap pada Bayi

  1. Letakkan bayi Anda dengan posisi tengkurap, di atas perut Anda yang sedang berbaring
  2. Tengkurapkan bayi Anda pada alas yang padat dan aman, seperti di atas selimut di lantai
  3. Gendong bayi Anda pada lengan Anda dengan posisi tengkurap
  4. Tengkurapkan bayi Anda di atas bola besar dengan terus dipegang bagian punggung dan pantatnya. Anda bisa memaju-mundurkan bola tersebut perlahan-lahan

Selama bayi Anda dalam posisi ini, teruslah mengajaknya berbicara dan bermain, agar ia tidak merasa kesal. Awasi juga anak-anak yang lain, jangan sampai mencelakai si kecil.

Jika ia tertidur dengan posisi tengkurap, jangan biarkan ia sendirian dan tidak terawasi. Balikkanlah badannya agar ia tidur dengan posisi terlentang.

Berapa Lama Waktu yang Aman untuk Tengkurap?

Anjurannya adalah sekitar 30 menit setiap hari. Anda bisa melakukannya langsung, atau bisa dibagi-bagi menjadi beberapa kesempatan.

Dan jangan memaksakan kegiatan ini jika bayi Anda sedang merasa kesal. Cari waktu dimana ia sedang senang, agar ia menyukai posisi ini.

Bayi Sembelit: Susah Buang Air Besar Pada Bayi

images1

Pola buang air besar pada bayi memang berubah-ubah. Nah bagaimana Anda bisa tahu bahwa pola buang air besar pada bayi Anda masih tergolong normal?

Pola Buang Air Besar Bayi Pada Umumnya

Untuk bayi yang baru lahir, normalnya ia akan buang air besar hingga sebanyak 4 kali setiap hari. Ini akan berlangsung sampai ia berusia 7 hari. Untuk anak berusia 2 tahun, termasuk normal jika ia dapat buang air besar (BAB) 1-2 kali tiap harinya. Anak usia 4 tahun sudah sama pola BAB-nya dengan orang dewasa – 1 kali setiap hari.

Nah, karena tidak setiap anak memiliki pola yang persis sama, maka umumnya seorang bayi atau anak akan dianggap mengalami sembelit, jika ia tidak BAB hingga 2 minggu atau lebih.

Oleh karena itu, Anda tidak perlu terlalu khawatir jika melihat bayi Anda sepertinya berjuang keras, bahkan terkadang sampai memerah ketika sedang BAB, padahal terkadang fesesnya encer dan tidak keras. Dia kan masih belajar! Anda juga harus ingat… bayi Anda melakukan BAB sambil berbaring lho, tidak seperti orang dewasa… Jadi, reaksi-reaksi seperti ini masih tergolong normal.

Kapan Situasinya Menjadi Gawat?

Jika Anda mendapati bayi Anda mengalami kondisi seperti berikut ini, maka segeralah periksakan ke dokter:

1. Feses/kotoran yang keras
2. Demam
3. Terdapat darah pada kotorannya
4. Berat badannya sulit naik
5. Gagal BAB untuk pertama kalinya dalam 24 jam setelah kelahiran

Bayi dalam Periode ASI Eksklusif

Jika bayi Anda masih dalam periode ASI eksklusif -alias belum memperoleh asupan selain ASI- maka masih tergolong normal jika ia tidak BAB hingga 1 minggu. Bahkan terkadang setelah 1 minggu pun fesesnya sama sekali tidak keras.

Hal ini disebabkan oleh ASI yang masih sangat mudah dicerna oleh tubuh bayi Anda dan ini juga berarti sebagian besar ASI dapat diserap dengan baik oleh tubuhnya.

Susu Sapi untuk Bayi Manusia…?

images11

Kali ini, mari kita mengulas sedikit mengenai susu formula untuk bayi Anda.

Sudah merupakan kesimpulan final di seluruh dunia bahwa ASI (Air Susu Ibu) adalah pilihan yang terbaik untuk bayi.

Namun begitu, ada beberapa kasus dimana ibu tidak bisa menyusui si bayi, sehingga diperlukan juga susu formula.

Diantaranya adalah apabila si ibu menderita AIDS. Wanita penderita HIV Positif TIDAK diperbolehkan untuk menyusui bayinya.

Beberapa penyakit tertentu seperti herpes, hepatitis dan infeksi beta streptococcus juga bisa berpindah melalui ASI. Tetapi TIDAK selalu seorang Ibu yang menderita penyakit-penyakit tersebut tidak boleh menyusui bayinya. Hal ini harus ditinjau kasus per kasus oleh dokter dari masing-masing ibu tersebut.

Penyakit-penyakit umum seperti flu, demam, infeksi kulit, atau diare TIDAK tersalurkan melalui ASI. Bahkan uniknya, si ibu akan memproduksi antibodi dari berbagai penyakit tersebut dalam ASI-nya sehingga bayi yang menyusu darinya akan terlindungi dari penyakit-penyakit tersebut.

Penderita kanker payudara juga bisa tetap menyusui bayinya dengan menggunakan payudara yang masih normal, jangan khawatir…

Nah, berkaitan dengan susu formula, ada beberapa pertimbangan dalam memilihnya…

Walaupun hampir semua susu formula dibuat dari susu sapi, namun sebaiknya Anda tidak memberikan susu sapi murni ataupun makanan-makanan yang mengandung susu sapi hingga bayi Anda berusia 1 tahun.

Bukan apa-apa, susu sapi kan sebenarnya untuk anak sapi, sehingga tidak bisa dicerna dengan baik oleh bayi manusia…

Nah, seandainya ternyata bayi Anda tidak cocok mengkonsumsi susu formula yang terbuat dari susu sapi, alternatif lain adalah menggunakan susu formula dari kedelai. Inipun sebenarnya kurang baik buat si bayi. Yang jelas, bayi yang sehat HANYA boleh meminum susu formula kedelai jika dianjurkan secara medis.

Pokoknya, ASI adalah yang terbaik lah! Makanya usahakan agar persediaan ASI ibu selalu cukup…

Bayi Baru Lahir: Kuat Panas Nggak Sih?

Bayi yang baru lahir sangat rentan terhadap suhu udara yang terlalu panas. Mengapa demikian? Selain ia belum bisa berkeringat secara efektif untuk menghilangkan kelebihan panas tubuhnya, bayi Anda juga ternyata memproduksi panas tubuh internal yang lebih banyak dibandingkan Anda!

Makanya, jika Anda mengajak bayi Anda yang baru lahir untuk menikmati udara segar dan hangatnya cahaya matahari, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

1. Jangan biarkan ia tersorot cahaya matahari secara langsung, terutama di siang hari.
2. Jangan menggunakan terlalu banyak pakaian,karena bisa menyebabkan ia kepanasan.
3. Bayi Anda tidak bisa memberitahu Anda kalau ia kehausan. Periksalah selalu kondisinya dan coba berikan ia ASI dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama.

bayi baru lahirWalaupun tidak ada suhu udara yang baku untuk menentukan aman-tidaknya bagi bayi Anda (karena banyak faktor yang mempengaruhi, seperti kelembaban udara, naungan awan dan pohon, kondisi setiap bayi), sebaiknya Anda sangat berhati-hati ketika membawa bayi yang baru lahir keluar rumah, apalagi untuk perjalanan jauh.

Pada kebanyakan kasus, bayi yang mengalami kepanasan berlebihan, dapat menderita:

1. Keram: karena si kecil terus berkeringat dan kekurangan kadar garam dalam tubuhnya, maka badannya bisa keram dan sakit-sakit.
2. Kehausan: dapat berlanjut dengan dehidrasi.
3. Kejang: bayi Anda akan sangat kepanasan, memerah, kulitnya mengering dan disertai dengan disorientasi, serta nafas dan denyut jantung yang tidak teratur

Makanya hati-hati ya…

One Response to “Posisi Tidur Bayi”

  1. Mr WordPress Says:

    Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: