Mitos Jika Bayi Mencret

mitos-bayi

Ada mitos, jika bayi mencret, berarti dia mau punya kebisaan atau beranjak pintar. Ups, hati-hati itu sekadar mitos yang belum tentu benar.

Sudah tiga hari ini, Ksatria Pertama mencret. Warna kotoran yang dikeluarkannya hijau campur coklat tua. Bau? Pastinya. Volume masih normal dalam artian ukuran dan sering tidaknya ia mencret. Kalau pagi, satu kali, siang kadang mencret kadang tidak. Sore juga begitu. Artinya tidak sampai 5-6 kali dalam sehari.

Si Enek selalu menganggap Ksatria mau punya kebiasaan. Maklum orang jaman dulu. Mamanya Ksatria sudah khawatir, jangan kenapa-napa. Soalnya sekitar Maret 2008 pernah kejadian, Ksatria mencret terus dan muntah setiap habis makan. Kami bawa ke dokter malam-malam di tengah mati listri meliputi Kota Bogor. Kata dokter, bayi lucu itu kena virus yang menyebabkan makanan tidak terserap dengan benar di usunya. Virus makin bereaksi dengan lemak susu yang dibawa susu formula. Jadi, sebanyaka apapun diminumi susu, dia akan tetap begitu. Dengan kata lain, buang-buang susu saja.

Dokter pun menyarankan kami mengganti susu formula biasa dengan yang versi Free Lactose (bebas lemak susu) hanya untuk beberapa hari saja sampai mencretnya hilang. Dokter juga memberi obat dan cairan isotonik sebagai pengganti cairan yang hilang akibat mencret.

Berat badan Ksatria wajar-wajar saja, saat itu tetap di kisaran 5 kiloan, sesuai dengan umurnya yang baru 3-4 bulan. Sikapnya juga wajar, dalam artian tidak lemas.

Tetap Bertenaga

Saat ini Ksatria juga masih terlihat bertenaga, meskipun ia mencret. Hanya memang minum susunya jadi lebih banyak. Saya berpikirnya batgus kalau ia jadi rakus susu. Pun dengan makannya. Beratnya, belum kami timbang lagi, apakah beranjak dari kisaran 6 kiloan di umurnya yang 5 bulan ini.

Sikapnya juga tetap ceria, apalagi ia kini menunjukkan kebisaan baru, nungging menuju duduk, meski masih sering gagal.

Namun, daripada daripada, kami putuskan untuk memberinya obat. Seorang teman merekomendasikan Kaopectate. Hmm, sepulang kantor saya mau mampir dulu ke apotik untuk membeli obat tersebut.

Nah, bagi yang butuh informasi tentang mencret pada bayi, artikel yang saya copy paste dari hanyawanita.com ini, mungkin berguna. Thx to hanyawanita.com.

Jika Bayi Mencret

Jiika Anda masih beranggapan diare pada bayi lebih berbahaya ketimbang pada anak-anak yang lebih besar, sebaiknya buang jauh-jauh. Pola pikir seperti itu dapat menyesatkan dan berakibat gawat

Kehilangan cairan dalam jumlah besar jika tak segala diganti akan berakibat tubuh kekurangan cairan (dehidrasi), dan berakibat fatal, baik pada bayi, anak-anak atau bahkan orang dewasa

Lupakan anggapan jika bayi mencret dalam jumlah tak wajar, itu pertanda menjadi pintar! Mitos ini keliru. Saat ini, diare masih menjadi penyebab kematian pada bayi dan balita. Terutama pada peralihan musim, dimana diare jamak berkembang

Anak dikatakan menderita diare jika buang air besar lebih dari 5-6 kali sehari. Namun tak selamanya mencret dikatakan diare. Misalnya pada bayi yang berusia kurang dari sebulan, yang bisa buang air hingga lima kali sehari dan fesesnya lunak

Bagaimana diare yang perlu diwaspadai? Jika volume feses dalam jumlah banyak, sangat encer seperti air beras, berbau busuk, berlendir atau berdarah dan warnanya berubah, segera bawa bayi atau balita Anda ke dokter.

Apa tanda-tanda dehidrasi? Anak menunjukkan gejala kehausan, berat badan turun, elastisitas kulit berkurang, mata dan ubun-ubun cekung, selaput lendir pada bibir, mulut dan kulit tampak kering. Kalau anak menderita diare, beri minum segelas air dicampur garam atau cairan oralit habis buang air besar.

Tips penanganan diare pada bayi dan anak:

1. Pada bayi jangan sembarangan mengganti susu formula, apalagi kalau hanya termakan bujukan iklan. Mengganti susu sembarangan bisa jadi pencetus diare pada anak.
2. Sebisa mungkin pertahankan ASI agar kekebalan tubuh bayi tetap optimal
3. Jika masih diare, hindari makanan yang sukar dicerna, seperti serat, lemak dan vitamin. Sebagai gantinya beri bubur, daging atau ikan halus, apel dan pisang. Boleh juga beri balita susu rendah lemak (susu formulasi khusus)
4. Beri minum sebanyak mungkin untuk menghindari dehidrasi, terutama larutan garam
5. Anak diberi obat diare. Salah satu contoh obat diare yang dapat menetralisir kuman atau racun di dalam saluran pencernaan yaitu kaolin dan pectin. Kaolin dan pectin ini bekerja pada usus besar untuk menyerap kuman atau racun yang terdapat di dalamnya
6. Jika keadaan tak segera membaik, segera bawa ke dokter untuk pertolongan lebih lanjut.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: