Kapan Bayi Harus Dilarikan ke RS

bayi-geringBayi sakit memang membingungkan. Apa dan bagaimana gejalanya? Kapan persisnya ia harus segera dibawa ke rumah sakit?
Tak jarang kita dibuat panik dan pontang-panting dengan kondisi anak yang tiba-tiba memburuk. Apalagi, karena suami-istri sibuk bekerja, tak sempat terlalu detail mencermati gejala penyakit anak.

Padahal, menurut dr. Trinugroho Kusumo Samudro, Paed, yang paling penting dimiliki suami-istri yang mempunyai bayi usia 0-12 bulan adalah perhatian. “Yang dimaksud perhatian di sini bukan semata punya banyak waktu cukup untuk bersama-sama si bayi. Melainkan, bagaimana usaha untuk merawat sendiri si bayi sehingga bila ada gejala sakit, bisa segera terdeteksi.”

baby-margareta

Mengingat kesibukan orang tua jaman sekarang, lanjut dokter dari Klinik Anakku Green Ville ini, perlu kerja sama yang baik antara orang tua dengan pengasuh atau babysitter.”Tak mungkin bayijatuh sakit secara tiba-tiba. Biasanya, sebelum sakit, ada tanda-tanda pendahuluannya. Umumnya sudah kelihatan 2-3 hari sebelumnya.”

BERBAGAI TANDA GEJALA
Salah satu tanda yang sering terlihat, papar staf pengajar di Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya Jakarta ini, aktivitas bayi menurun. Ia akan tampak lebih banyak tidur atau terlihat lesu. “Nah, yang paling bisa mengenali gejala ini, ya,hanya orang tua atau pengasuhnya.”

Cara menangis bayipun beda dari biasanya. “Tangisannya jadi lemah.Umumnya, tangisan kuat adalah pertanda ia sehat. Saat lapar dan ingin minum susu, misalnya.Tapi kalau tangisannya lemah seperti mengerang, itu pertanda dia sakit.”

Nafsu makan bayi yang menurun dibandingkan biasanya juga dapat dijadikan indikasi ia akan sakit. Bila biasanya bisa menghabiskan 150 cc atau 1 botol,kini tak habis atau malah tak mau minum. Jika masih mendapat ASI, akan terlihat, sedotannya lebih lemah dari biasanya.

Selain itu, perubahan pola kesadaran bayi juga bisa dijadikan pertanda. “Bayi sehat,reaksi matanya sangat aktif, melihat ke kiri dan kanan. Kalau sakit,sorot matanya terlihat lemah.” Begitu pula suhu tubuhnya yang tak stabil. Kadang tinggi atau justru lebih rendah dari suhu normal.

Jika suhu tubuh meningkat, “Langkah awal terpenting adalah mencermati ada tidaknya dehidrasi. Sebab, bayi dehidrasi biasanya suhu tubuhnya meninggi.” Dehidrasi sendiri dapat disebabkan berbagai hal. Misalnya,kemampuan minumnya berkurang, buang airnya terlalu banyak, atau suhu di kamarnya terlalu panas. Semua inilah yang harus dicermati orang tua atau pengasuh.

INFEKSI
Jika tak ada masalah minum dan buang air,suhutinggi dapat menandakansi bayi terkena penyakit infeksi. “Penyakit ini bila menyerang bayi, prosesnya sangat cepat, sehingga harus segera dilakukan langkah-langkah pengobatan.” Penyakit infeksi yang sering menyerang bayi antara lain flu, infeksi pencernaan atau diare, infeksi radang otak, serta infeksi yang disebabkan oleh gigitan serangga semisal kecoa.

Perhatikan pula, apakah dari garis keturunan keluarga yang memiliki riwayat kejang demam (stuip). Sebab, penyakit ini juga diawali dengan suhu badan yang meninggi. Sementara jika terkena diare, bayi akan terlihat gelisah dan sering menangis. Tanda lain, tampak mencret atau banyak buang air. Bayi yang kena diare akan lebih banyak minum karena ia merasa haus akibatbanyak mengeluarkan cairan dari tubuhnya.

Sedangkan batuk pilek pada bayi biasanya ditularkan oleh orang yang lebih dewasa. Tanda-tandanya,batuk-batuk dan hidung berair.

TANPATANDA
Menurut Kusumo, kadang bayi sakit tanpa tanda-tanda atau tidak terdeteksi oleh orang tua. “Biasanya penyakit-penyakit tersebut bersifat kronis atau lama.” Bila ini terjadi, umumnya hanya ditandai oleh terganggunya pertumbuhan badan bayi.

Penyakit yang menyerang secara tiba-tiba, biasanya berhubungan dengan perdarahan dalam otak atau trauma. “Kalau trauma, kan, tidak bisa diramalkan. Misalnya anaknya jatuh.” Mungkin begitu jatuh, tak menampakkan tanda. Baru 2 hari kemudian kesadarannya hilang dan ternyata setelah diperiksa terjadi perdarahan dalam otaknya.

Hal ini juga bisa terjadi jika anak amat rentan terhadap penyakit gara-gara sistem imunitas tubuhnya tidak berkembang dengan baik. “Tapi pada umumnya,tanda-tanda penyakitselalu ada.”

PENGOBATAN AWAL
Yang paling ideal dilakukan bila mendapati tanda-tanda bayi sakit adalah segera menghubungi dokter atau tenaga paramedis. “Yang penting, bayi harus dibawa ke tempat yang ada fasilitas medisnya.”

Menurut Kusumo, pada saat-saat tertentu orang tua dapat menanganinya terlebih dahulu sebelum dibawa ke dokter. Misalnya, kalau bayinya mencret-mencret, atasi dulu dengan memberikan oralit atau air minum agar bayi tidak kekurangan banyak cairan. Jika tubuhnya panas,beri obat penurun panas sesuai dosis. “Tapi yang teraman, ya, bawa ke dokter.”

Perhatian dari orang tua juga berguna untuk mengidentifikasi permasalahan yang dialami anak. Misalnya, “Oh, Dok, anak saya kurang tidur, sepertinya dia sakit kepala.” Atau, “Anak saya menangis terus dari semalam dantidak mau tidur.” Atau, “Dok, napas anak saya sesak.” Biasanya, informasi semacam itu, “Bisa mengidentifikasikan problem yang ada, sehingga dokter memiliki gambaran.”

Bila langkah pengobatan yang dilakukan di rumah tidak menunjukkan hasil atau kesehatannya makin membaik, “Orang tua harus segera membawa anak ke rumah sakit.” Kenapa tak ke dokter? “Dokter belum tentu punya sarana lengkap jika bayi memerlukan perawatan tambahan, misalnya.”

TANDA-TANDA KEGAWATAN
Tanda-tanda kegawatan pada bayi, biasanya dibagi per sistem organ. Yang pertama, turunnya kesadaran sampai dengan koma. Yang kedua,tanda kejang pada bayi. Yang ketiga, biasanya berupa tanda kebiruan pada sekitar bibir atau di bagian kuku bayi. Tanda kegawatan dapat juga dilihat melalui sistem pernapasan, yaitu sesak napas. Dari sistem jantung,biasanya denyutnya jadi cepat, lemah, atau tak teratur.

Tanda kegawatan yang lain dapat diketahui dari air kencingnya. “Kapan terakhir dia buang air kecil dan apa warnanya? Apakah warnanya keruh, cokelat tua atau normal? Ini biasanya terjadi pada bayi yang dehidrasi.” Suhu badan yang tinggi di atas suhu normal juga merupakan tanda-tanda kegawatan. Sebaliknya, suhu badan rendah juga berbahaya.

“Bila timbul tanda-tanda kegawatan seperti di atas, orang tua harus terus memantau perkembangan bayinya. Biasanya kalau muncul tanda-tanda kegawatan, nadi harus selalu dipegang.”

Tanda-tanda kegawatan ini biasanya pada penyakit-penyakit infeksi berat atau dehidrasi berat. Infeksi berat, contohnya infeksi di paru-paru atau bronkopneumonia, infeksi di otak, serta radang otak atau radang selaput otak. Penyebabnya bisa bakteri, bisa juga virus.

Sementara kekurangan cairan atau dehidrasi pada bayi sangat mempengaruhi bayi, karena cairan itu sangat diperlukan tubuh. Pada prinsipnya, kata Kusumo, dehidrasi ada dua macam. Yang pertama karena pemasukannya kurang, yang kedua pengeluarannya berlebihan.

Jika pemasukannya kurang, jelas ia akan mengalami dehidrasi. Sedangkan jika pengeluarannya berlebihan (semisal diare) dan tidak dibarengi dengan pemasukan, juga akan menyebabkan dehidrasi.
Sumber: Tabloid Ibu Anak

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: